Tirulah AIR..
Salah satu bosku sering berkata, tirulah air… hal itu terus terngiang ditelingaku. Dan ketika membaca biografi Matsushita (pendiri perusahaan besar Panasonic), maka kita akan tahu bahwa beliau memiliki prinsip hidup bagaikan air yang mengalir. Bisa memberi manfaat kepada banyak orang tanpa pandang bulu. Tidak kaku seperti kayu, tetapi luwes mengikuti arah tujuan. Memiliki tujuan yang pasti, yaitu laut. Dari manapun datangnya air akhirnya ujung-ujungnya kelaut. Meskipun terhambat oleh bebatuan, pepohonan, tanah ataupun halangan lain, air tetap akan mencoba mengalir, menembus tanah untuk meneruskan perjalananya menuju laut. Air tidak pernah mogok kerja karena harus terbentur banyak masalah. Ia tetap akan terus mencoba mencari jalan meskipun berliku-liku untuk mengejar tujuannya.
Dengan filosofi inilah Matsushita menjalankan hidup dan bisnisnya. Dan kita bisa melihat bisnis yang dibangunnya menjadi bisnis papan atas. Salah satu perusahaan dunia yang terbesar. Beliau sangat memperhatikan karyawannya, bahkan disaat krisis di perusahaannya di waktu perang dunia ke 2, beliau tidak mau memecatnya. Beliau tidak takut bangkrut gara-gara membayar sebegitu banyak gaji karyawannya. Beliau tetap optimis jika kita banyak memberi manfaat bagi orang lain, hidup kita akan berkah. Hal ini terbukti saat Matsushita dituduh oleh pemerintah Amerika Serikat dalam pembiayaan tentara Jepang melawan Amerika. Saat itulah seluruh karyawan Matsushita membela beliau, sehingga beliau bisa lepas dari dakwaan tersebut.
Jika kita cermati lebih dalam, ternyata agar kita sukses kita juga bisa meniru filosofi air. Lihatlah tetesan air di atas batu karang. Menetes satu persatu di batu karang. Dan makin lama, batu karang yang terkenal kuat akhirnya bisa terkikis oleh air yang sangat lembut. Disini kita bisa mengambil 2 pelajaran penting dari kejadian ini :
1. Fokus
Tetesan air yang tertuju disatu titik, akan lebih cepat mengikis batu karang dibandingkan tetesan yang berpindah-pindah tempat. Begitu pula kita yang ingin sukses dalam kehidupan ini. Ingatlah untuk selalu fokus disatu tujuan, sehingga seberapa susahnya tujuan yang ingin kita raih, akhirnya dengan fokus, kita bisa menggapainya.
2. Ulet dan Pantang Menyerah
Jika kita amati kembali, selain fokus, air juga menetes terus menerus tanpa mengenal lelah. Jika ia hanya menetes sekali dua kali, akan sangat tidak mungkin dapat membuat batu karang itu terkikis. Air harus selalu menetes terus menerus tanpa berhenti. Disini ada pelajaran penting, yaitu seberapapun besar masalah yang kita hadapi, jika kita bisa fokus dan ulet untuk mengupasnya, niscaya akan terpecahkan juga masalah tersebut. Kita sering bertemu dengan orang yang ingin bisa dalam hal tertentu. Mereka mencoba belajar, tetapi setelah bertemu masalah mereka menyerah. Jika mereka mencoba belajar sampai ke 99 kali dan akhirnya menyerah, maka mereka tidak akan dapat mempelajari ilmu itu. Padahal jika sekali lagi ia belajar, barangkali di usaha yang ke 100 kali itulah permasalahan yang dihadapi akan terpecahkan. Jadi janganlah pernah menyerah untuk memecahkan.
Dan satu lagi kalau ingin belajar..air dapat mudah beradaptasi dimanapun dia berada. Dimasukkan gelas, dia menjadi gelas. Dimasukkan ember dia menjadi ember. Air merupakan sumber kehidupan…dan pelepas dahaga.
Jadi sekarang tergantung kita mau meniru air??
Thanks to bu Tiyas Semoga Sukses Selalu ![]()
Filed under: Uncategorized
Filosofi yang menarik!!
Memang kita terkadang terlalu kukuh dengan ego kita dan tidak mau menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Sering tergoda…tidak fokus dan akhirnya menyesal..
Blog yang menarik ! Gabung aja dikomunitas blogger Surabaya..
pak ‘ bukannya air itu mengalirnya ke tempat yang lebih rendah?
semoga air disini tidak berarti mengalir ke tempat yang lebih rendah dan terbawa arus ^_^
Haus nih..minta airnya dong..