Luck Factor
Tersenyum dengan komentar teman, ketika mempertanyakan faktor Luck dalam keterlibatan kesuksesan seseorang, kesuksesan suatu lembaga/organisasi, atau dalam lingkup yang lebih luas barangkali kesuksesan suatu bangsa dalam tataran negara sedunia misalnya. Menarik memang ketika sesorang dianggap sukses dalam berbisnis, rata-rata teman sejawatnya akan ngomong “ahh itu kan hanya kebetulan saja”, mungkin banyak pula yang mencibir “si Fulan sukses kan karena warisan orang tua”. Bahkan ada yang secara ekstrim bilang “emang udah dari sononya kali!!”
Lalu bagaimana dengan seseorang yang dulu bukan siapa-siapa, ternyata mampu membangun imperium bisnisnya hingga mengglobal dan dikenal diseantero dunia. Banyak contoh yang sudah ada untuk hal-hal seperti itu. Sebutlah nama Bob Sadino, ketika diawal usahanya, ia bersama sang istri merintis usaha telur ayam broiler, yang kala itu orang belum banyak kenal. Dan sekarang pengusaha yang berpenampilan ala koboi ini menikmati kesuksesannya. Siapa yang tidak kenal Kemchick dan Kemfood? Dan Bob lah orang yang berada dibelakang kedua perusahaan itu.
Dari Jepang tentunya kita semua tahu merk sepeda motor yang membanjiri pasar Indonesia. Nama Soichiro Honda pun akan selalu dikenang sebagai penggagas kemunculan sepeda motor yang sekarang dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat kita ini. Dulunya Honda kecil ini bukanlah siapa-siapa. Orang baru tahu namanya pasca Jepang luluh lantak dihajar perang dunia ke-2. Termasuk pabrik Soichiro ikut hancur, pabrik yang saat itu memproduksi piston untuk supply kebutuhan merk yang lebih dulu ada, Toyota. Namanya baru dikenal ketika dia memasang sebuah motor kecil pada sepeda. Dan kesuksesan pun tak ayal menghinggapinya hingga Honda menjadi sebuah merk dagang yang sudah dikenal luas sampai sekarang.
Lalu apa kaitannya contoh diatas dengan faktor luck? Apakah orang-orang itu tiba-tiba saja muncul tanpa adanya sebuah kerja keras? Barangkali bisa kita analogikan pada sebuah kasus undian ataupun lotere. Semisal anda mengikuti undian yang diadakan oleh produsen sabun mandi misalnya. Secara statistik, probabilitas menang anda adalah satu banding seluruh peserta undian. Bila peserta adalah seribu orang, maka peluang anda adalah 0,001 persen. Dan bila tiba-tiba saja anda muncul sebagai pemenang, inilah yang disebut luck/hoki. Mengapa? Karena anda tidak ikut secara langsung dalam “proses” yang mengakibatkan anda memenangkan undian tersebut. Fenomena ini sama dengan misalnya kita hidup santai, makan uang warisan. Kerjanya memasang undian judi togel atau semacam SDSB di masa lalu. Semakin banyak membeli maka kemungkinan peluang akan semakin besar. Namun juga peluangnya masih terlalu kecil bila dibandingkan dengan jutaan pesertanya misalnya.
Menarik apa yang dikatakan oleh Thomas Jefferson bahwa “I’m a great believer in luck and I find the harder I work, the more I have of it” yang artinya kurang lebih bahwa “Saya sangat percaya akan suatu keberuntungan dan saya menemukannya setelah saya bekerja keras. Lebih keras lagi saya bekerja maka keberuntungan akan lebih banyak saya peroleh.” Langston Coleman mengamini apa yang dikatan Thomas Jefferson bahwa “Luck is what you have left over after you give 100 percent” artinya bahwa keberuntungan akan datang setelah kita berusaha 100 persen!. Juga layak direnungkan petuah bijak dari Soichiro Honda “orang hanya tahu 1% keberhasilan saya, tapi mereka banyak yang tak tahu 99% kegagalan saya”.
Pilihan ada pada diri kita masing-masing, dan anda pun boleh setuju boleh tidak dengan tulisan ini ![]()
Filed under: Entrepreneurship