There’s Time To Fight Back & Win !
Bagi kalian yang aktif di dunia Enzim dan Pengusaha Agrobis, Masih ingatkah tahun 2005 - 2006 ? Mulai boomingnya pemanfaatan buah pepaya untuk hal lain? dan maraknya cerita mengenai seorang manusia Lulusan Teknik Elektro ITS, yang dimana didunia pendidikannya tidak pernah mengetahui masalah enzim dan hal-hal dunia agrobis.
Tofan Agus Rachfianto seorang manusia yang cukup menggugah semangat dunia agrobis di Indonesia, serta mendobrak paradigma monopoli bisnis enzim protease di dunia. Membuktikan kalau Indonesia juga bisa menghasilkan serta menjual produk Enzim Protease yang 100% dihasilkan dari tumbuh-tumbuhan (100% halal) bukan dari unsur Hewani.
Pada awal tahun 2004, dari jalan-jalan di kota kediri ngelihat kebun pepaya dan ketemu teman lama yang memberitahukan pandangan enzim protease selama ini yang digunakan untuk memproses makanan jadi kebanyakan berasal dari Renin dan Pepsin (enzim protease dari Hewani-> Babi dan Sapi).
Saya tertantang untuk memasarkan suatu produk enzim protease asli dari Indonesia dan Halal. Belajar dari internet, mencoba eksperimen bikin proses Batch Drying, kenalan dengan orang LIPI Bogor, (dikasih kesempatan untuk coba alatnya), dan BOOM.. diketahui hasil produksi papain dengan kualitas mencengangkan. Dengan proses Batch Drying saja menghasilkan 1900TU/g.
Dengan bertahap coba kirim sampel-sampel kebeberapa pabrikan pengolah makanan, dan ternyata pabrik di Indonesia kebanyakan ndak mau terima (mereka lebih “Nyaman” pakai produk luar).
Okey.. aku coba untuk pasarin ke pabrik luar, sasaran utama Asia dulu (soalnya kalau nembus amrik dan eropa banyak persyaratan), dan hasilnya karena ketekunan dalam memasarkan akhirnya tembus disalah satu pabrik di GuangXi China dan langsung teken kontrak rutin 20 KG/bulan selama 2 tahun, menyusul Jepang, akhirnya pabrik di lokasi lokal (karena referensi dari Jepang) tembus juga.
Pada tahun 2005 salah satu Majalah Pengusaha “mengendus” pergerakan ini, dan minta janjian untuk ketemu. Ndak nyangka kalau langsung dimuat di artikel Peluang sebanyak 4 lembar penuh….
WOW!!
Dari situlah akhirnya banyak pengusaha Agrobis mulai melirik lebih jauh manfaat kandungan pepaya, dan para mahasiswa mulai banyak ambil judul skripsi mengenai pemanfaatan papain/ enzim protease. Dan majalah Trubus ikut memuat, dan universitas-universitas mulai mengundang.
* see this link :
-
http://www.indonesiaindonesia.com/f/6434-jus-delima-bisa-melawan-kanker-prostat/
-
http://www.trubus-online.com/Backup2/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=8&artid=220
Namun dikarenakan permasalahan internal pada akhir tahun 2006 usaha tersebut ditutup untuk waktu yang tidak ditentukan. Memang banyak yang menyayangkan, khususnya para mahasiswa yang sibuk mencari sample untuk penelitiannya. Dan saya fokus untuk ikut orang hingga waktu yang tidak ditentukan juga, hingga saat ini saya ikut perusahaan orang dan untuk side job hanya melayani pembuatan software yang bisa saya kerjakan diluar jam kantor. Saya ingin belajar lebih dalam mengenai pemasaran.
Yah…Ada kepuasan tersendiri melihat fenomena tersebut, paling tidak terbesit rasa bangga sebagai pelopor untuk negeri. Namun juga banyak penyesalan.
Adakah rencana untuk memulai usaha sendiri lagi? tentu ada.. .
namun untuk memulai lagi kita bener-bener mesti matang merencanakannya, saya tidak ingin kasus-kasus terdahulu muncul kembali. Semua ada waktunya untuk membalas kekalahan tersebut dan menjadi pemenang…
Filed under: Uncategorized | Tagged: agrobis, enzim, indonesia, ITS, papain, pemasaran
Assalamualaikum, Pak Tofan saya Titin mahasiswi Farmasi UIN Jakarta, selama 3 bulan ini saya sibuk mengerjakan penelitian skripsi mengenai penggunaan enzim proteolitik papain untuk hidrolisis protein, dan saya mendapatkan nama bapak banyak tersebut di literatur internet yang saya gunakan, saya merasa sangat bangga karena orang indonesia bisa memanfaatkan bahan alam indonesianya sampai bisa di ekspor ke luar negri. Dan rencananya besok sore saya akan pergi ke kediri untuk bertemu bapak dan berguru langsung bagaimana pengolahan papain yang baik dan benar. Tetapi saya sangat terkejut ketika menemukan blog ini dan kecewa tentunya.(krn tiketnya tdk mungkin dibatalkan) Apa bapak masih tinggal di kediri? . apa boleh saya minta nomer HP bapak? nomer saya 02194144688 (esia). Mohon kabari saya secepatnya
waalaikumsalam, mbak Titin, sebelumnya saya mohon maaf jika mengecewakan anda. Namun sangat banyak sekali alasan sehingga usaha tersebut harus saya tutup. Saya sudah tidak tinggal di Kediri sejak akhir 2006. Kalau menyangkut permintaan sample, saya sudah tidak bisa melayani untuk saat ini. (lha wong kebunnya udah ndak ada). mungkin suatu saat jika saya berjodoh lagi dengan usaha papain, akan segera kita infokan. (namun saya pastikan jika iya mungkin paling cepat 3 tahun lagi).
Sekali lagi saya mohon maaf.
Assalamualaikum, Pak Tofan saya hariady dari jogja, saat ini saya sedang mengusahakan tanaman pepaya untuk produksi PAPAIIN yang bibitnya saya dapatkan dari IPB Bogor dan sudah berjalan selama 2 bulan dan rencananya 7 bulan lagi saya sudah mulai produksi PAPAIN.
Saya terkejut sekali mengetahui bahwa bapak sudah berhenti dari bisinis PAPAIN, padahal yang membuat saya tertarik untuk terjun dalam bisnis ini adalah karena artikel bapak yang saya baca dari internet.
Sebenarnya dalam waktu 2 minggu ini saya rencanakan untuk berkunjung ke kebun pepaya bapak di kediri untuk mengetahui lebih lanjut tentang cara produksi PAPAIN.
Saya sangat berharap pada bapak untuk dapat memberikan informasi mengenai bisnis PAPAIN ini!
Mohon bapak bisa membantu. ini nomor HP saya 085242016063, thnks.
Sayang banget pak, tapi hidup memang penuh liku-liku. Mungkin pada waktu anda usaha papain masih mencari jati diri. Saya tunggu lagi kebangkitan anda di dunia Entrepreneurship
Pak sy tunggu kebangkitannya, klo dah siap tempur hubungi Ti2n y
sy pgn ikutan bisnisnya dan kebetulan org tua sy bisa mengusahakan lahannya di daerah kediri dan saya kenal beberapa orang LIPI yg bisa di ajak kerjasama pengadaan bibit dan alat. Soal dana insyaAllah banyak jalannya kan Allah maha kaya.
piye pak? siap turun gunung?