Please Save Our World !

Pada waktu nonton Discovery Channel tentang “Global Warming” dan membuka beberapa situs jadi ingin menggarisbawahi,

“kita mungkin tidak sadar sesuatu sedang terjadi, dan efeknya akan mempengaruhi hidup kita.”

es-antartika.jpg Pemanasan global memang ada, dan bukan sekedar isu. Berdasar sejumlah sumber, bumi mengalami siklus panjang, pemanasan dan pendinginan, prosesnya bisa lama. Menurut hitungan para ahli, sebenarnya saat ini Bumi seharusnya mengalami proses pendinginan global, justru malah yg terjadi adalah sebaliknya, dalam kondisi pendinginan. …. Read more »

Selamat Ulang tahun Salsa

Salsabilla Annora Rachfianty, begitulah nama anak pertama saya.
Saat tulisan ini ditulis umurnya telah genap 3 tahun (24 Maret 2008).
Banyak hal yang sudah dia pelajari, baik kosa kata yang mulai banyak, tingkah laku orang tuanya yang suka ditiru, menyanyi, menggambar, dan lain-lain.

salsa-1.jpg salsa-2.jpg salsa-3.jpg

Memang tiada kata yang bisa melukiskan akan kebahagiaan mempunyai anak, rasa syukur yang akan selalu terucap atas nikmat ini serta nikmat-nikmat yang lain. Semoga engkau menjadi anak yang baik, berbakti pada orang tua dan diberkahi olehNya.

Semua yang aku lakukan demi RidhoNya dan semoga bermanfaat bagi keluargaku dan orang lain. Amin

Ayat-ayat Cinta..Synopsis

ayat2-cinta.png ini adalah kisah cinta. Tapi bukan cuma sekedar kisah cinta yang biasa. Ini tentang bagaimana menghadapi turun-naiknya persoalan hidup dengan cara Islam. Fahri bin Abdillah adalah pelajar Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di Al Ahzar. Berjibaku dengan panas-debu Mesir. Berkutat dengan berbagai macam target dan kesederhanaan hidup. Bertahan dengan menjadi penerjemah buku-buku agama. Semua target dijalani Fahri dengan penuh antusiasme kecuali satu: menikah.

Kenapa? Karena Fahri adalah laki-laki taat yang begitu ‘lurus’. Dia tidak mengenal pacaran sebelum menikah. Dia kurang artikulatif saat berhadapan dengan mahluk bernama perempuan. Hanya ada sedikit perempuan yang dekat dengannya selama ini. Neneknya, Ibunya dan saudara perempuannya.faril.png Read more »

Tirulah AIR..

water.jpgSalah satu bosku sering berkata, tirulah air… hal itu terus terngiang ditelingaku. Dan ketika membaca biografi Matsushita (pendiri perusahaan besar Panasonic), maka kita akan tahu bahwa beliau memiliki prinsip hidup bagaikan air yang mengalir. Bisa memberi manfaat kepada banyak orang tanpa pandang bulu. Tidak kaku seperti kayu, tetapi luwes mengikuti arah tujuan. Memiliki tujuan yang pasti, yaitu laut. Dari manapun datangnya air akhirnya ujung-ujungnya kelaut. Meskipun terhambat oleh bebatuan, pepohonan, tanah ataupun halangan lain, air tetap akan mencoba mengalir, menembus tanah untuk meneruskan perjalananya menuju laut. Air tidak pernah mogok kerja karena harus terbentur banyak masalah. Ia tetap akan terus mencoba mencari jalan meskipun berliku-liku untuk mengejar tujuannya. Read more »

Luck Factor

cash1-small.jpgTersenyum dengan komentar teman, ketika mempertanyakan faktor Luck dalam keterlibatan kesuksesan seseorang, kesuksesan suatu lembaga/organisasi, atau dalam lingkup yang lebih luas barangkali kesuksesan suatu bangsa dalam tataran negara sedunia misalnya. Menarik memang ketika sesorang dianggap sukses dalam berbisnis, rata-rata teman sejawatnya akan ngomong “ahh itu kan hanya kebetulan saja”, mungkin banyak pula yang mencibir “si Fulan sukses kan karena warisan orang tua”. Bahkan ada yang secara ekstrim bilang “emang udah dari sononya kali!!”

Lalu bagaimana dengan seseorang yang dulu bukan siapa-siapa, ternyata mampu membangun imperium bisnisnya hingga mengglobal dan dikenal diseantero dunia. Banyak contoh yang sudah ada untuk hal-hal seperti itu. Sebutlah nama Bob Sadino, ketika diawal usahanya, ia bersama sang istri merintis usaha telur ayam broiler, yang kala itu orang belum banyak kenal. Dan sekarang pengusaha yang berpenampilan ala koboi ini menikmati kesuksesannya. Siapa yang tidak kenal Kemchick dan Kemfood? Dan Bob lah orang yang berada dibelakang kedua perusahaan itu. :) Read more »

Ayat-ayat Cinta

aisha Setelah mengalami penundaan beberapa kali, baik dengan pertimbangan teknis maupun non-teknis, akhirnya film karya sineas muda Indonesia, Hanung Bramantyo, dijadwalkan akan ditayangkan di seluruh bioskop di Indonesia pada tanggal 28 februari 2008. Film yang diambil dari novel dengan judul yang sama karya Habibbur El Shirazy, diprediksi akan mengikuti jejak kesuksesan novelnya sendiri, yang hingga kini sudah tercetak ratusan ribu dan terbit dalam beberapa versi bahasa. Sehingga tidaklah mengherankan bila film ini juga diramalkan akan menjadi best seller di tahun 2008 ini. fahri.pngSeperti yang telah disampaikan sang sutradara dalam acara empat mata yang ditayangkan oleh salah satu tv swasta beberapa waktu yang lalu, pembuatan film ini juga harus disertai beberapa perubahan dari rencana semula. Dimana seharusnya syuting dilakukan di negara yang menjadi background setting cerita, yaitu di negerinya para nabi, Mesir. Namun karena kendala biaya, dimana syuting 5 hari di sana, bila dikurs-kan dengan biaya pembuatan film di Indonesia, maka biaya itu bisa dipakai untuk membuat 2 film di Indonesia. Untuk itu dicarilah tempat yang mirip dengan situasi di Mesir, hingga didapatlah lokasi itu di negara India. Namun malangnya, perjalanan untuk mencapai tempat syuting itu memakan waktu beberapa hari, dan itu pun harus dengan menaiki Onta. Jadi bisa dibayangkan bagaimana perjuangan artis pendukung dan crew film ini membelah medan gurun pasir yang pastinya terasa panas dan kering. Selain itu, banyak juga kejadian-kejadian yang sungguh mengharukan selama syuting, yang dapat njenengan baca di blog pribadi Hanung.

Bersama istriku aku nonton di SUTOS Cinema XXI (sekalian nyobain cinema baru). Wuih…keren abis nih film, didukung dengan sound system SUTOS yang patut diacungi jempol menjadikan Ayat-ayat cinta bener-bener tontonan yang layak untuk dilihat, baik tua maupun muda saya jamin film ini seru abis. Sampai merinding pada waktu melihat adegan akad nikahnya. Well… itung-itung pembelajaran buat istri bahwa Poligami it’s OK jika memang kondisi yang diatas menakdirkan begitu :)

Mahasiswa ITS Maling!!!

Ironi memang. Itu kabar terbaru dari taman pendidikan berlabel teknologi yang mengaku institusi pencetak manusia-manusia unggul yang terletak di kawasan Indonesia Timur ini. Menurut berita yang saya baca dari detiksurabaya, salah seorang mahasiswa ITS, kedapatan mencuri beberapa laptop dan Flash Disk dari salah satu toko yang ada di Hitech Mall Surabaya. Mengaku kepepet untuk biaya kuliah, sang pelaku bernama Baginda Awaludin Saputro Hasibuan (22) mencoreng nama almamater yang telah menghasilkan alumni yang saat ini menduduki pos-pos penting diberbagai perusahaan bonafid, bahkan ada yang masuk dalam jajaran menteri kabinet Indonesia Bersatu. Untuk baca lengkap beritanya, silahkan klik di sini. Read more »

Tarif Seluler Murah Hanya Promosi

JAKARTA - Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menilai turunnya tarif telepon seluler saat ini hanya promosi untuk memaksimalkan kapasitas jaringan operator telekomunikasi. Dengan begitu, rendahnya tarif telekomunikasi saat ini bukan akibat perang tarif.

“Kita masih menganggap tarif seluler saat ini itu sebagai promosi dan gimmick marketing, serta belum merupakan tarif tetap,”ujar Anggota BRTI Heru Sutadi kepada wartawan kemarin.

Meski begitu dia mengaku sudah banyak operator seluler yang menayangkan iklan penurunan tarif. Padahal penurunan itu bukan penurunan yang sesungguhnya. Read more »

Tips! Untuk Memulai Usaha

Beberapa kali merintis usaha dan sering gagal, saya akan share beberapa tips dan warning buat kalian yang akan memulai usaha.

Tips! :

  1. Pastikan “anda” sudah punya koneksi yang “Cukup”
  2. Pastikan “anda” sudah punya modal yang “Cukup”
  3. Pastikan “posisi anda” secara manajemen maupun teknis.
  4. Fokus terhadap satu bidang, baru setelah sukses merambah lainnya
  5. Apabila berencana mengajak partner, pastikan bahwa partner tersebut punya komitmen 110%
  6. Pastikan bahwa anda benar2 berani untuk all-out….gak disambil dengan kerjaan lain.

Kebanyakan kegagalan dikarenakan :

  1. Manajemen waktu yang tidak tepat
  2. Konsentrasi yang tak terfokus pada satu bidang
  3. Salah memilih partner
  4. Capai dan lalai dalam usaha sendiri
  5. Tergiur tawaran…(baik bidang lain, gaji, desakan keluarga, dll)

Semoga unek-unek diatas bisa membantu kawan-kawan.

Pemerintah Pastikan Tarif Seluler Akan Turun Bulan Depan

Pemerintah memastikan bahwa tarif telekomunikasi, khususnya telepon seluler (ponsel), akan turun pada April ini. Dan penurunan tersebut akan memicu meningkatnya daya telepon masyarakat (ARPU).

“Tarif ponsel sudah pasti bisa dinikmati penurunannya pada April nanti. Yang biasanya masyarakat menelepon selama 15 menit, dengan penurunan tersebut bisa jadi akan meningkat menjadi 30 menit. Jadi, April pasti turun,” Ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Muhammad Nuh. Read more »

There’s Time To Fight Back & Win !

Bagi kalian yang aktif di dunia Enzim dan Pengusaha Agrobis, Masih ingatkah tahun 2005 - 2006 ? Mulai boomingnya pemanfaatan buah pepaya untuk hal lain? dan maraknya cerita mengenai seorang manusia Lulusan Teknik Elektro ITS, yang dimana didunia pendidikannya tidak pernah mengetahui masalah enzim dan hal-hal dunia agrobis.

Tofan Agus Rachfianto seorang manusia yang cukup menggugah semangat dunia agrobis di Indonesia, serta mendobrak paradigma monopoli bisnis enzim protease di dunia. Membuktikan kalau Indonesia juga bisa menghasilkan serta menjual produk Enzim Protease yang 100% dihasilkan dari tumbuh-tumbuhan (100% halal) bukan dari unsur Hewani. Read more »

Pelanggan CDMA Hampir Capai 1/2 Miliar

Peminat CDMA2000 terus merangkak naik di seluruh dunia. Menurut CDMA Development Group (CDG), pelanggan CDMA di dunia dilaporkan mencapai hampir setengah miliar atau jumlah tepatnya 431 juta pada tahun 2007 lalu.

Wilayah Asia Pasifik dinyatakan membukukan pertambahan pelanggan terbanyak. Presentase pertumbuhan pelanggan yang cukup tinggi juga terjadi di Eropa, Timur Tengah dan Afrika.

Menurut CDG, Asia Pasifik dan Amerika Utara menjadi wilayah dengan konsumen terbesar, dengan presentase masing-masing 49 persen dan 32 persen. Asia Pasifik menambahkan 6,2 juta pelanggan di kuartal empat 2007 untuk mencapai total 211 juta pelanggan.

Negara-negara yang memiliki pelanggan terbesar termasuk Indonesia dengan jumlah 14 juta konsumen. Adapun India dan China mempunyai pelanggan masing-masing 61 juta dan 42 juta. Negara-negara lain juga dilaporkan mengalami pertumbuhan pelanggan signifikan.

CDG juga mencatat bahwa di tahun 2007, terdapat ledakan produksi handset CDMA. Lebih dari 350 perangkat CDMA diperkenalkan secara komersial. Sebanyak 82 di antaranya tercatat berharga kurang dari US$ 50 saja (sekitar lima ratus ribu rupiah). (Sumber: detikinet.com)

Siaran Pers No. 16/DJPT.1/KOMINFO/2/2008

From : Postel.go.id

 

Menjelang Implementasi Tarif Retail 1 April 2008, Para Penyelenggara Telekomunikasi Non Dominan Diminta Penyampaian Tanggapannya Terhadap DPI PT Telkom, PT Telkomsel dan PT Indosat

Sebagai tindak lanjut pernyataan Menteri Kominfo Moh. Nuh dalam jumpa pers pada tanggal 4 Pebruari 2008 di Departemen Kominfo tentang keterangan pemerintah mengenai implementasi hasil perhitungan biaya interkoneksi berbasis biaya, Dirjen Postel selaku Ketua BRTI kemudian mengirimkan surat No. 009/DJPT.3/KOMINFO/2/2008 tertanggal 5 Pebruari 2008 kepada sejumlah penyelenggara telekomunikasi (PT Telkom, PT Telkomsel, PT Indosat, PT Excelcomindo, PT Bakrie Telecom, PT Smart Telecom, PT Natrindo Telepon Seluler, PT Sampoerna TI, PT Hutchison CP Telecommunicatios, PT Batam Bintan Telekomunikasi, PT Mobile-8 dan PT Pasifik Satelit Nusantara) untuk segera menyampaikan usulan DPI (Daftar Penawaran Interkoneksi) tahun 2008. Surat permintaan tersebut ternyata sudah sepenuhnya direspon oleh sebagian besar penyelenggara telekomunikasi (terkecuali sampai dengan batas akhir penyampaian DPI yaitu tanggal 27 Pebruari 2008 ini yang belum memasukkan adalah PT Natrindo Telepon Seluler dan PT Batam Bintan Telekomunikasi), dan oleh karena itu Ditjen Postel kembali pada tanggal 29 Pebruari 2008 ini telah mengirimkan surat No. 137/DJPT.3/KOMINFO/2/2008 kepada para penyelenggara telekomunikasi yang non dominan (PT Excelcomindo, PT Bakrie Telecom, PT Smart Telecom, PT Natrindo Telepon Seluler, PT Sampoerna TI, PT Hutchison CP Telecommunicatios, PT Batam Bintan Telekomunikasi, PT Mobile-8 dan PT Pasifik Satelit Nusantara) untuk menyampaikan masukan/tanggapan (selambat-lambatnya tanggal 6 Maret 200 8) terhadap DPI milik penyelenggara telekomunikasi dominan, yaitu: DPI PT Telkom, DPI PT Telkomsel dan DPI PT Indosat.

 

Sebagaimana diatur pada Peraturan Menkominfo No. 8/PER/M.KOMINFO/2/2006 tertanggal 8 Pebruari 2006 tentang Interkoneksi, DPI adalah dokumen yang memuat aspek teknis, aspek operasional dan aspek ekonomis dari penyediaan layanan interkoneksi yang ditawarkan oleh penyelenggara jaringan telekomunikasi kepada penyelenggara jaringan dan atau penyelenggara jasa lainnya. Lebih lanjut dalam Peraturan tersebut menyebutkan, bahwa:

 

  1. DPI milik penyelenggara jaringan telekomunikasi dengan pendapatan usaha ( operating revenue) 25% atau lebih dari total pendapatan usaha seluruh penyelenggara telekomunikasi dalam segmentasi layanannya, wajib mendapatkan persetujuan BRTI.
  2. BRTI harus melakukan evaluasi dan menetapkan penyelenggara jaringan telekomunikasi dengan pendapatan usaha ( operating revenue ) 25% atau lebih sebagaimana dimaksud pada setiap tahun.
  3. BRTI melakukan evaluasi terhadap DPI tersebut, yang dilakukan sebelum dipublikasikan dengan ketentuan antara lain sebagai berikut:

    1. Persetujuan atau penolakan BRTI diberikan selambat-lambatnya 20 hari kerja sejak tanggal diterimanya usulan DPI.
    2. BRTI dalam menyetujui atau menolak sebagaimana dimaksud wajib memperhatikan masukan dari public.
    3. Publikasi usulan DPI penyelenggara dilakukan selambat-lambatnya 5 hari kerja sejak tanggal diterimanya usulan DPI penyelenggara dalam situs internet milik BRTI dan Ditjen Postel.
    4. Masukan sebagaimana dimaksud tersebut harus diterima BRTI selambat-lambatnya 5 hari kerja terhitung sejak tanggal dipublikasikannya usulan DPI penyelenggara.
    5. Dalam hal masukan sebagaimana dimaksud dalam butir c. ditolak, BRTI harus menyampaikan alasan penolakannya selambat-lambatnya 10 hari kerja terhitung sejak tanggal diterimanya masukan dari publik.
    6. Dalam hal persetujuan atau penolakan tidak diberikan oleh BRTI dalam jangka waktu tertentu, usulan DPI dianggap disetujui dan dapat dipublikasikan oleh penyelenggara jaringan telekomunikasi.
    7. Dalam hal usulan DPI ditolak oleh BRTI, usulan DPI wajib diperbaiki dan diserahkan kembali kepada BRTI selambat-lambatnya 20 hari kerja terhitung sejak tanggal diterimanya penolakan dari BRTI.
    8. Persetujuan atau penolakan oleh BRTI terhadap perbaikan usulan DPI diberikan selambat-lambatnya 10 hari kerja terhitung sejak tanggal diterimanya usulan DPI hasil perbaikan.
    9. Dalam hal persetujuan atau penolakan tidak diberikan oleh BRTI dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud tersebut usulan DPI dianggap disetujui dan dapat dipublikasikan oleh penyelenggara jaringan telekomunikasi.
    10. Dalam hal perbaikan sebagaimana dimaksud dalam butir h. ditolak oleh BRTI, maka BRTI menetapkan DPI dimaksud selambat-lambatnya 20 hari kerja terhitung sejak tanggal diterimanya usulan DPI hasil perbaikan.
  4. Publik dapat mengusulkan perubahan atas DPI penyelenggara sebagaimana dimaksud tersebut yang telah disahkan dan dipublikasikan oleh BRTI, beserta alasannya, khususnya yang menyangkut kepentingan masyarakat pengguna layanan telekomunikasi. Usulan atas perubahan DPI sebagaimana dimaksud tersebut harus disampaikan secara tertulis. Dalam hal usulan perubahan atas DPI sebagaimana dimaksud tersebut dapat diterima, BRTI akan mempertimbangkan masukan tersebut pada evaluasi DPI. Dalam hal usulan perubahan atas DPI sebagaimana dimaksud tersebut ditolak, BRTI menyampaikan alasan penolakannya dalam waktu 10 hari kerja terhitung sejak tanggal usulan diterima.
  5. Ketentuan yang mengatur tentang keberadaan penyelenggara jaringan telekomunikasi dengan pendapatan usaha (operating revenue) 25% atau lebih dari total pendapatan usaha seluruh penyelenggara telekomunikasi dalam segmentasi layanannya atau lebih dikenal dengan istilah penyelenggara telekomunikasi dominan mengacu pada Keputusan Dirjen Postel No. 219/DIRJEN/2007 tertanggal 29 Oktober 2007 tentang Penetapan Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi Dengan Pendapatan Usaha (Operating Revenue) 25% atau Lebih Dari Total Pendapatan Usaha Seluruh Penyelenggara Telekomunikasi Dalam Segmentasi Layanannya Tahun 2008. Keputusan tersebut menetapkan, bahwa penyelenggara-penyelenggara telekomunikasi yang dimaksud adalah: PT Telkom (dengan segmen layanan berupa layanan jasa teleponi dasar melalui jaringan tetap lokal, layanan jasa teleponi dasar melalui jaringan tetap jarak jauh, dan layanan jasa teleponi dasar melalui jaringan tetap sambungan internasional), PT Telkomsel (layanan jasa teleponi dasar melalui jaringan bergerak seluler) dan PT Indosat (layanan jasa teleponi dasar melalui jaringan tetap sambungan internasional).

UPDATE Software SIPTK

Sejalan dengan perkembangan teknologi maka Software SIPTK dari pusat yang semula dinamakan SIPTK 2001 diupdate oleh pusat dan menjadi SIPTK Release 2005 yang dimulai diperkenalkan pada tahun 2006. Maka otomatis ada perubahan pada Biac SIPTK yang saya rilis tahun 2004 menjadi SIPTK Jatim 2.0. Namun dikarenakan pada saat pengerjaan SIPTK Jatim 2.0 banyak dipengaruhi oleh pihak - pihak yang nota bene tidak fokus pada SIPTK maka SIPTK Jatim 2.0 banyak mengalami kendala dilapangan

Atas permintaan temen-temen Poltekkes Depkes Surabaya maka saya meneruskan pengembangan SIPTK Jatim 2.0 menjadi SIPTK Jatim 2.1. Didukung dengan database Firebird SQL 2.0 hasilnya cukup memuaskan. Ditambahkannya banyak menu yang terintegrasi, dan fitur transfer data online yang sangat mudah semoga dapat bermanfaat dan membantu teman-teman pengguna software ini

Harapan saya, dapat mengembangkan software ini menjadi suatu software yang tangguh dan handal dengan diintegrasikannya software ini dengan kebutuhan-kebutuhan institusi kesehatan.